Buta Warna

oleh: Bowo Sugiharto

Buta warna adalah suatu kelainan yang disebabkan ketidakmampuan sel-sel konus (kerucut) pada retina mata untuk menangkap suatu spektrum warna tertentu akibat faktor genetis.

Buta warna merupakan kelainan genetik / bawaan yang diturunkan dari orang tua kepada anaknya, kelinan ini sering juga disebaut sex linkage, karena kelainan ini dibawa oleh kromosom X. Dengan demikian prosentase buta warna lebih besar pada pria dari pada wanita. Seorang pria yang mendapatkan gen resesif penyebab buta warna tersebut dari ibunya sudah menampakkan gejala buta warna. Sebaliknya, pada wanita yang hanya mendapatkan sebuah gen resesif buta warna baik dari ayat atau ibunya saja tidak mengalami gejala buta warna. Buta warna pada wanita terjadi jika gen resesif tersebut berada dalam keadaan homozigot, artinya mendapatkan warisan dari ayah dan ibunya sekaligus.
Pada retina terdapat sel batang (basilus) yang peka terhadap hitam dan putih, serta sel kerucut (konus) yang peka terhadap warna lainnya. Buta warna terjadi ketika syaraf reseptor cahaya di retina mengalami perubahan, terutama sel kerucut.

Buta warna sendiri dapat diklasifikasikan menjadi 3 jenis yaitu trikromasi, dikromasi dan monokromasi. Buta warna jenis trikomasi adalah perubahan sensitifitas warna dari satu jenis atau lebih sel kerucut. Ada tiga macam trikomasi yaitu:

-Protanomali yang merupakan kelemahan warna merah,
-Deuteromali yaitu kelemahan warna hijau,
-Tritanomali (low blue) yaitu kelemahan warna biru.
Jenis buta warna inilah yang paling sering dialami dibandingkan jenis buta warna lainnya.

Dikromasi merupakan tidak adanya satu dari 3 jenis sel kerucut, tediri dari:

-protanopia yaitu tidak adanya sel kerucut warna merah sehingga kecerahan warna merah dan perpaduannya berkurang,
-deuteranopia yaitu tidak adanya sel kerujut yang peka terhadap hijau, dan
-tritanopia untuk warna biru.
Sedangkan monokromasi ditandai dengan hilangnya atau berkurangnya semua penglihatan warna, sehingga yang terlihat hanya putih dan hitam pada jenis typical dan sedikt warna pada jenis atypical. Jenis buta warna ini prevalensinya sangat jarang.

Buta warna dapat dites dengan tes Ishihara, dimana lingkaran – lingkaran berwarna yang beberapa diantaranya dirancang agar ada tulisan tertentu yang hanya dapat dilihat atau tidak dapat dilihat oleh penderita buta warna.

Berikut ini Anda dapat mendownload perangkat untuk tes buta warna. Silakan klik di sini!

2 Responses to “Buta Warna

  • Asslmkm…. bagus sekali artikelnya….
    ikut numpang lewat aja nih pak bowo….. dr teman lama di mbatu….
    waah sukses sukses…. smg kita di desa bs ikut … ketularan punya anak-anak yg cerdas…
    kalo pulang kampung .. pinarak nggih.. msh ingat gak rumah ku…. biar kami ketularan barokahnya…. slmt berkarya….
    ” Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya ” o.k…
    wasslmkm wr wb

  • Jawaban buat Mbak Indy.
    Ass.wr.wb.
    Alhamdulillah semua berkat ridlo Allah SWT. Jangan dikira saya tidak di kampung di solo saya juga tinggal di kampung. Maaf ini Mbak Indiyah ya, yang sekarang di SMP 1 Baturetno? Insya Allah kapan-kapan saya mampir. SAlam buat Bapak dan Ibu Guru semua.
    Wass. wr.wb.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

Skip to toolbar